Seminar Microsoft Azure pada Soft Opening Harrisma Solutions Centre

Hari ini, untuk kesekian kalinya saya berkesempatan kembali untuk membawakan materi Microsoft Azure pada seminar dalam rangka opening kantor tempat saya bekerja: Harrisma Solutions Centre.

Materi yang saya bawakan tetap: tentang Cloud Computing & Microsoft Azure, karena diantara para audiens yang rata-rata manajer TI dari beberapa klien Harrisma itu masih ada yang belum ngeh tentang konsep dasar teknologi cloud computing & salah satu produk yang memanfaatkan teknologi tersebut: Microsoft Azure.

Hal-hal yang saya sampaikan antara lain tentang konsep dasar cloud computing, benefit-benefitnya, perbedaan dengan teknologi komputasi yang sebelumnya, case study, dan tentang Microsoft Azure beserta fitur-fiturnya. Tak lupa juga saya demokan dua fitur dari beberapa fitur Azure yaitu Azure Websites & Azure VM.

P1010920

Membuat Storage Pool di Windows Server 2012 & Windows 8.1

Posting pertama di bulan Juli 2014, saya akan membahas tentang fitur Storage Spaces & Storage Pool. Ada 3 hal yang akan dibahas pada tulisan panjang ini:

  1. Konsep
  2. Membuat Storage Pool di Windows Server 2012
  3. Membuat Storage Pool di Windows 8.1

Jadi, kalau sudah paham konsepnya, boleh langsung lanjut ke pembahasan berikutnya. ;)

Konsep

Apa itu Storage Pool?

Gampangnya, terjemahkan saja ke bahasa Indonesia: kolam penyimpanan. :D

Contoh kasus: kita punya 4 harddisk fisik. Anggap saja masing-masing 250GB, 500GB, dan 2x1TB. Lalu kita ingin menggunakan keseluruhan spacenya tanpa ada sekat di antara space harddisk. Maka alternatif solusinya bisa ada 2: menggunakan RAID, atau menggunakan fitur Storage Spaces pada Windows Server 2012 & Windows 8.1.

Kali ini kita menggunakan fitur Storage Spaces, sehingga seolah kita mempunyai kapasitas penyimpanan hingga sebesar 2.75TB (250GB + 500GB + 1TB + 1TB). Lalu kita bisa membuat satu atau beberapa virtual harddisk dengan satu atau beberapa volume di atasnya.

Selain itu, membuat storage pool juga bisa meningkatkan keamanan & ketersediaan data walaupun ada harddrive yang rusak.

Storage Spaces

Secara umum, langkah untuk membuat storage pool adalah sebagai berikut:

  1. Menambah satu atau beberapa physical harddrive ke host.
  2. Membuat storage pool dengan fitur Storage Spaces di Windows Server 2012 atau Windows 8.1.
    Untuk membuat storage pool, kita membutuhkan minimal 1 physical harddrive tambahan selain yang digunakan oleh OS. Akan tetapi, dengan 1 physical harddrive kita tidak bisa membuat virtual harddisk dengan layout mirror & parity.
  3. Membuat virtual harddisk.
    Ada 3 tipe layout virtual harddisk: Simple, Mirror, & Parity yang mirip dengan RAID0, RAID1, dan RAID5.

    • Simple. Data ditulis apa adanya ke harddrive. Layout ini membutuhkan minimal 1 physical harddrive. Kelebihan: memaksimalkan kapasitas storage space serta kecepatan baca-tulis. Kekurangan: ketika harddrive rusak, data hilang.
      simplelayout
    • Mirror. Data diduplikasi ke dua atau tiga harddrive. Layout ini membutuhkan minimal 2 physical harddrive untuk mengamankan data dari salah satu harddrive rusak, dan 5 physical harddrive untuk mengamankan data dari 2 harddrive rusak sekaligus. Kelebihan: ketika salah satu atau dua harddrive rusak, data masih aman. Kekurangan: kapasitas storage space akan lebih banyak digunakan untuk mirroring.
      mirrorlayout
    • Parity. Data dan informasi paritas ditulis ke semua harddrive. Layout ini membutuhkan minimal 3 physical harddrive untuk mengamankan data dari salah satu harddrive rusak,  dan 7 physical harddrive untuk mengamankan data dari 2 harddrive rusak sekaligus.
      paritylayout

    Untuk menggunakan layout mirror & parity, semua physical harddrive yang dijadikan storage pool sebaiknya berkapasitas sama.

    Selain tiga tipe layout, juga ada dua tipe provisioning: Thin Provisioning & Fixed Provisioning.

    • Thin Provisioning. Ukuran virtual harddisk kita tetapkan, menjadi kapasitas maksimum. Tapi, ukuran file virtual harddisk akan menyesuaikan ukuran penggunaannya, hingga kapasitas maksimumnya (kapasitas maksimum virtual harddisk, bukan kapasitas maksimum storage pool).
      ThinProvisioning
    • Fixed Provisioning. Ukuran virtual harddisk kita tetapkan, menjadi kapasitas maksimumnya. Ukuran file virtual harddisk sesuai dengan yang kita tetapkan.
      FixedProvisioning
  4. Setelah membuat virtual harddisk, kita buat volume. Volume inilah yang nanti akan tampak di Windows Explorer sebagai ‘partisi’ D, E, F, dan seterusnya. Data disimpan secara logical di volume-volume ini.

Membuat Storage Pool di Windows Server 2012

  1. Pastikan ada 1 atau lebih physical harddrive tambahan yang sudah terpasang pada host, atau terattach ke VM.
  2. Buka Server Manager, navigasikan ke File and Storage Services -> Disks. Akan muncul harddrive yang sudah terpasang pada host atau terattach ke VM. Seperti di screenshot di bawah ini, saya punya 1 harddrive untuk OS, dan 3 yang baru terpasang. Yang baru terpasang akan berstatus offline.
    Disks
  3. Lanjut navigasikan ke Storage Pools. Kita akan menemukan Primordial storage pool yang berisikan semua physical harddrive yang belum teralokasikan.
  4. Klik kanan di primordial, atau klik TASKS -> New Storage Pool…
  5. Beri nama storage pool yang kita buat, pilih physical harddrive mana saja yang akan kita gunakan untuk storage pool kita, lalu klik Create.
  6. Setelah proses dan storage pool telah selesai dibuat, terlihat kapasitas storage pool 1.73TB dari harddrive 250GB + 500GB + 1TB. Juga terlihat di pojok kanan bawah physical disk apa saja yang menyusun storage pool tersebut.
    StoragePools1
  7. Setelah storage pool selesai dibuat, saatnya membuat virtual harddisk. Klik kanan pada storage pool, atau klik TASKS -> New Virtual Disk…
  8. Pilih dari storage pool mana kita akan membuat virtual disk, beri nama, pilih storage layout (ingat bahasan storage layout di atas), pilih tipe provisioning, dan tentukan ukuran maksimum virtual disk.
  9. Setelah membuat virtual disk, kita lanjutkan dengan membuat volume. Tentukan ukuran volumenya, assign drive letter atau folder, tentukan file systemnya (NTFS atau ReFS).
  10. Setelah selesai, akan muncul volume baru di Windows Explorer, volume yang dibentuk di dalam virtual disk yang berjalan di atas storage pool. Kita bisa gunakan volume tersebut untuk menyimpan data, dan memanfaatkan kelebihan-kelebihan dari fitur storage pool.
    newVolume

Menambah Physical Harddrive ke dalam Storage Pool

Salah satu manfaat menggunakan storage pool adalah kapasitas penyimpanan yang bisa ditambah tanpa harus mengalami downtime. Tentunya ini akan sangat bermanfaat bagi server yang tidak boleh downtime sama sekali.

Selain ukuran volume & virtual disk yang bisa diextend, kapasitas storage pool juga bisa ditambah dengan menambahkan physical harddrive. Caranya mudah:

  1. Pasang physical harddrive ke host (atau virtual harddisk ke VM)
  2. Buka Server Manager -> File & Storage Services -> Volumes -> Disks, dan pastikan ada 1 harddrive baru muncul disitu.
  3. Navigasikan ke Server Manager -> File & Storage Services -> Volumes -> Storage Pools.
  4. Pada bagian Physical Disks, klik TASKS -> Add Physical Disk… -> pilih harddrive yang ingin ditambahkan ke storage pool, lalu klik OK.
  5. Setelah selesai ditambahkan, maka kapasitas storage pool akan bertambah.

Membuat Storage Pool di Windows 8.1

Windows 8.1 datang dengan segudang fitur baru yang belum ada di versi Windows sebelumnya. Satu diantaranya adalah pembuatan & pengelolaan Storage Pool.

Untuk membuat storage pool di Windows 8.1 dapat dilakukan di Control Panel -> All Control Panel Items -> Storage Spaces.

Pembuatan storage pool di Windows 8.1 lebih masuk akal dilakukan untuk Windows 8.1 yang terinstall di PC. Karena menambahkan physical harddrive hampir tidak memungkinkan untuk kebanyakan laptop. Tetapi untuk belajar, kita bisa create & attach VHD di Administrative Tools -> Computer Management -> Disk Management, dan memfungsikannya seolah seperti physical harddrive.

createVHD

Secara umum langkah-langkahnya mirip dengan pembuatan storage pool di Windows Server 2012:

  1. Pastikan ada 1 atau lebih physical harddrive tambahan yang sudah terpasang pada komputer.
  2. Buka Control Panel -> All Control Panel Items -> Storage Spaces dan klik Create a new pool and storage space. Klik Yes saat window UAC muncul.
  3. Pilih physical harddrive yang akan dijadikan storage pool lalu klik Create pool. Tunggu prosesnya.
    storagePoolW8.1
  4. Setelah prosesnya selesai, kita bisa membuat storage space. Beri Nama, Drive Letter, File System, Resiliency Type (sama seperti layout, hanya saja di sini ada two-way & three-way mirror), dan ukuran. Lalu klik Create storage space. Tunggu prosesnya.

Begini penampakannya setelah selesai:

storagePoolW8.1-2

winexplorer

Menambahkan Physical Harddrive ke dalam Storage Pool

  1. Buka Control Panel -> All Control Panel Items -> Storage Spaces
  2. Klik Change settings. Klik Yes jika window UAC muncul.
  3. Klik Add drives.
  4. Pilih harddrive yang ingin ditambahkan ke storage pool. Klik Add drives.

Setelah mengklik Change settings, selain kita bisa menambahkan harddrive baru ke dalam storage pool, kita juga bisa membuat storage spaces baru lagi dan mengubah nama storage pool.

Sekian, semoga bermanfaat. :)

“Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan…”

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
أَلَمۡ نَشۡرَحۡ لَكَ صَدۡرَكَ (١) وَوَضَعۡنَا عَنكَ وِزۡرَكَ (٢) ٱلَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهۡرَكَ (٣) وَرَفَعۡنَا لَكَ ذِكۡرَكَ (٤) فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرًا (٥) إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرً۬ا (٦) فَإِذَا فَرَغۡتَ فَٱنصَبۡ (٧) وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرۡغَب (٨)

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, (1) dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, (2) yang memberatkan punggungmu? (3) Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, (4) Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (5) sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (6) Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, (7) dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (8)


Beberapa waktu belakangan ini ada perasaan sumpek, tertekan, dan galau jadi satu entah kenapa. Bisa jadi, salah satu penyebabnya adalah karena TA yang belum kunjung usai sementara calon mertua sudah menunggu.. #eh.. Bercanda.. :P

Di tengah perasaan seperti itu, tiba-tiba sering terngiang ayat 5-6 surat Al-Insyirah: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (5) sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (6)“. Lalu aku buka Alquran, aku dalami ayat demi ayat surat ini.

Setelah itu, aku terpaku pada ayat 7-8 “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, (7) dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (8)“.

Merasa seolah ditegur oleh Allah karena sifat malasku yang masih sering muncul. Seolah Allah mengingatkanku untuk terus meningkatkan density dalam berikhtiar menyelesaikan segala urusan dengan segera dan terus berkesinambungan, sambil terus berdoa & berharap kepada Allah. Agar kesulitan-kesulitan yang aku rasakan segera berganti dengan kemudahan…

Diskriminasi

discrimination

Beberapa waktu belakangan ini sedang marak pembahasan tentang penghapusan kolom agama di KTP. Salah satu alasannya, untuk menghindari diskriminasi atas nama agama.

Mari kita fokus ke 1 kata: diskriminasi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti diskriminasi adalah:

dis·kri·mi·na·si n pembedaan perlakuan thd sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dsb);

– kelamin pembedaan sikap dan perlakuan thd sesama manusia berdasarkan perbedaan jenis kelamin; – ras anggapan segolongan ras tertentu bahwa rasnya itulah yg paling unggul dibandingkan dng golongan ras lain; rasisme; – rasial pembedaan sikap dan perlakuan thd kelompok masyarakat tertentu krn perbedaan warna kulit; – sosial pembedaan sikap dan perlakuan thd sesama manusia berdasarkan kedudukan sosialnya;

men·dis·kri·mi·na·si v melakukan atau membuat diskriminasi: di negara kita masih banyak pola tingkah laku sosial yg ~ perempuan

Kalau memang penghapusan kolom agama itu untuk menghindari diskriminasi, saya usulkan ada beberapa kolom juga yang perlu dihapus karena berpotensi menimbulkan diskriminasi:

  • Nama. Kolom nama bisa berpotensi menimbulkan diskriminasi sosial/golongan/suku/kedaerahan. Ada beberapa daerah di Indonesia yang nama orangnya khas, menunjukkan bahwa orang tersebut merupakan keturunan atau berasal dari daerah tertentu.
  • Tempat lahir, Alamat, dan Kewarganegaraan. Mirip seperti kolom nama, berpotensi menimbulkan diskriminasi kedaerahan. Apalagi jika Anda tinggal di daerah basis supporter kesebelasan yang merupakan musuh bebuyutan kesebelasan kota anda. ;)
  • Jenis Kelamin. Ini juga bisa berpotensi menimbulkan diskriminasi. Kalau tidak menimbulkan diskriminasi, pejuang persamaan gender tak akan mungkin berteriak-teriak.
  • Status Perkawinan. Tidak bergitu berkaitan dengan diskriminasi sih. Tapi ada juga yang bersuara “agama tak perlu dicantumkan karena itu urusan pribadi masing-masing”.
    Ok, kalau kita mengikuti logika itu, kawin gak kawin kan urusan pribadi masing-masing. Mau kawin kek, mau kumpul kebo kek, mau jomblo sampe mati kek, urusan pribadi masing-masing kan. Gak usah dicantumin.
  • Pekerjaan. Pekerjaan terbukti bisa menimbulkan potensi diskriminasi. Pelayanan kepada orang yang pekerjaannya misalnya buruh atau petani biasanya berbeda dengan orang yang pekerjaannya tertulis misalnya TNI. Terutama kalau di kantor pelayanan pemerintahan.
  • Golongan Darah sama seperti Status Perkawinan: urusan pribadi masing-masing. Katanya, jarang dipake. Kalaupun informasi golongan darah dibutuhkan, cukup disampaikan lewat lisan saja.

Begitulah, kalau mengikuti logika mereka yang mendasarkan penghapusan kolom agama pada diskriminasi.

Windows 8.1 Update (KB2919355) Offline

Windows 8.1 Update (KB2919355) berisi perubahan yang cukup signifikan. Diantaranya, muncul tombol Power & Search di samping foto profil akun Microsoft.

Silahkan klik http://windows.microsoft.com/en-us/windows-8/whats-new untuk melihat apa saja perubahannya.

Sebetulnya, update ini bisa didapatkan melalui Windows Update secara otomatis. Akan tetapi jika karena satu dan lain hal Anda tidak dapat memperolehnya melalui Windows Update, maka Anda bisa mendownloadnya sendiri dan menginstallnya secara manual.

Berikut ini langkah-langkahnya:

Cek Prasyarat

Prasyarat untuk KB2919355 adalah KB2919442. Anda bisa mengecek melalui Control Panel -> Programs -> Programs and Features -> Installed Updates untuk melihat apakah KB2919442 sudah terinstall atau belum.

Jika belum, anda dapat mendownloadnya di http://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=42162 dan lakukan instalasi.

Download & Install KB2919355

  1. Klik, sesuai dengan sistem Anda:
  2. Pilih bahasa, kemudian klik Download. Akan ada 7 file yang terdownload.
  3. Setelah semua selesai terdownload, lakukan instalasi secara berurutan:
    1. clearcompressionflag.exe
    2. KB2919355
    3. KB2932046
    4. KB2959977
    5. KB2937592
    6. KB2938439
    7. KB2934018
  4. Mulai langkah kedua, akan ada restart setiap kali install 1 update.
  5. Selesai